Amalan Khusus Wirid di Bulan Ramadhan

By | Mei 28, 2019

Fachri Aja, Amalan Khusus Wirid di Bulan Ramadhan | Update lagi, hari ini kami ingin berbagi sedikit ilmu seputar wirid di bulan ramadhan. Tulisan yang kami sajikan kali ini menceritakan tentang doa wirid di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan akan segera berakhir sudahkah Anda melakukan amalan bulan ramadhan tahun ini?. Masih ada waktu beberapa hari kedepan Anda bisa melaksanakan amalan harian di bulan ramadhan. Jadi, silahkan Anda baca artikel mengenai wirid di bulan ramadhan agar wawasan anda semakin luas.

Dzikir Utama dan Bacaan Wirid di Bulan Ramadhan

Amalan Khusus Wirid di Bulan Ramadhan

Amalan Khusus Wirid di Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang mulia. Kita isi sebulan penuh dengan kegiatan untuk beribadah, salah satu ibadah ialah Puasa Ramadhan yang merupakan rukun keempat dalam Islam.

Firman Allah Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kau supaya kau bertaqwa. “(Al-Baqarah: 183).

Sabda Nabi Islam didirikan di atas lima sendi, adalah: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad yaitu rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. “

Melakukan ibadah puasa ramadhan bagi seorang muslim

Ibadah puasa yaitu salah satu sarana penting untuk mencapai takwa. Salah satu sebab untuk menerima ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah mewujudkan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.

Firman Allah dalam hadits yang disajikan oleh Nabi: “Puasa itu untuk-Ku dan Saya langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yakni kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada wewangian kesturi.”

Dan sabda Nabi : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan sebab iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Maka untuk mendapatkan ampunan dengan puasa Ramadhan, wajib ada dua prasyarat berikut ini: Mengimani dengan benar akan kewajiban ini dan Mengharap restu Allah Ta ‘ala. Pada bulan Ramadhan diwariskan Al-Qur’an sebagai pertanda bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan perihal pedoman dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.

Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, merupakan sholat malam pada bulan Ramadhan, untuk mencontoh jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi: “Barangsiapa mendirikan sholat malam Ramadhon sebab iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “

Menjemput malam lailatul qadar

Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih bagus daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan seluruh takdir yang terjadi pada tahun itu ditetapkan. Sabda Nabi :

“Barangsiapa mendirikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “

Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diinginkan pada malam-malam ganjil lebih kuat ketimbang di malam-malam lainnya. Sebab itu, seyogianya seorang muslim yang selalu mengharap rahmat Allah dan takut dari siksaan-Nya.

Memanfaatkan kans pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada tiap-tiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah mendapatkan amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do’a kita.

Pada bulan ini terjadi peristiwa besar ialah Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

Karenanya seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk beraneka amal kebaikan, seperti sholat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan yakni peluang untuk menanam bagi para hamba Allah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.

Berikut dzikir utama dan amalan doa untuk penggemar ilmu hikmah

Amalan Khusus Wirid di Bulan Ramadhan

Dzikir utama di Bulan Ramadhan

1. Wirid Pagi

Waktunya: Waktu Utama seusai sholat subuh sampai masuk waktu dzuhur. Bagi orang yang mempunyai halangan dari dzuhur sampai masuk waktu maghrib.

Bacaannya:
Membaca Istighfar sebanyak 100 kali
Membaca shalawat Nabi 100 kali dengan lafadz apa saja, terutama Shalawat Fatih.
Membaca Hailalah 100 kali

2. Wirid Sore

  • Waktu Utama atau Pilihan: Seusai sholat ashar sampai masuk waktu maghrib.
  • Waktu darurat mulai setelah shalat isya’ hingga terbit fajar, selepas itu dia menjadi hukum qadla’.
  • Diperkenankan membaca wirid pagi di malam hari tanpa udzur atau halangan. Kaprah-kaprah disaat seseorang dapat membaca al-Qur’an sebanyak dua juz separo dan manusia pada tidur, hal ini sepatutnya didahului dengan shalat isya’ terlebih dulu.
  • Apabila telah masuk waktu shalat subuh, dan tersisa satu bacaan hailalah sekalipun, selesaikanlah bacaan tersebut dan ulangi bacaan wirid tersebut pada waktunya. Bacaan yang pertama tadi aturannya menjadi sebuah nafilah atau sunnah.
  • Tak diizinkan mengedepankan waktu membaca wirid sore ke siang hari, sedangkan ada halangan, selain ia menjama’ taqdiem solat dzuhur dan ashar, bolehlah baginya membaca wirid ini sesudah Sholat ashar yang di jama’ tadi. Boleh mengedepankan waktunya pada malam hari bila ada hajat yang tak bisa dielakkan dan menghabiskan waktu utama atau opsi, akan namun mesti mendahulukan awrad pagi.
  • Dikhusukannya pada malam hari karena ibadah di malam hari lebih besar “powernya” dibandingkan siang hari.

Doa di bulan ramadhan makbul

Diantara syarat-persyaratan sempurnanya membaca shalawat Jauharatul Kamal, merentangkan kain bersih pada bacaan ketujuh, bertujuan supaya yang sedang berdzikir berada pada posisi yang lapang dan benar-benar suci sehingga hati jernih.

Barangsiapa yang sedang bershalawat menyendiri di suatu daerah dan tempatnya sempit. Hanya cukup untuk satu orang, maka boleh membaca shalawat Jauharatul Kamal. Hailalah sesudah shalat ashar pada hari jum’at, kaprah-kira satu jam sebelum terbenamnya sang surya.

Boleh juga seseorang membaca hailalah ini dengan menggunakan hitungan, mulai dari 1000 hingga 1600 atau dapat juga tanpa menghitungnya. Bacaan hailalah yang menyambung dengan terbenamnya sang surya ini bertepatan dengan waktu mustajab do’a pada hari jum’at.

Baca Juga: Pelajari Kultum Singkat Yang Menyentuh Hati Terbaik

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Amalan Khusus Wirid di Bulan Ramadhan, dimana Diceritakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadist-hadistnya dan diatur oleh beberapa sahabat. Bahwa waktu doa mustajab yaitu pada akhir waktu dari hari jum’at. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *