Apa 5 Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan ?

By | Mei 23, 2019

Fachri Aja, Apa 5 Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan ? | Update lagi, hari ini kami ingin berbagi sedikit ilmu seputar hal yang merusak pahala puasa. Tulisan yang kami sajikan kali ini menceritakan tentang hal yang merusak pahala puasa di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kemuliaan yang hanya 1 bulan dalam setahun. Jadi, silahkan Anda baca artikel mengenai hal yang merusak pahala puasa agar wawasan anda semakin luas.

Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bisa Dapat Mengurangi atau Menggugurkan

Sebelumnya, Marhaban Yaa Ramadan, selamat berpuasa dan menyucikan diri menjadi insan yang lebih baik lagi. Mengutip dari Hadits berikut yaitu :

خمس يفطرن الصائم الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بشهوة

“Lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa ; dusta, ghibah, adu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat .”

1. Berbohong atau berdusta

Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan

Apa 5 Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan ?

Dari kecil hingga dewasa kita juga pasti diajarkan berbuat jujur. Dan dalam hubunganpun kita pasti menuntut saling jujur. Tidak ada orang yang mau jika dibohongi. Terutama saat bulan puasa. Larangan berbohong saat berpuasa telah disebutkan dalam hadits berikut ini

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)

2. Menggunjing atau membicarakan orang lain

Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan

hikmah puasa

Menggunjing atau membicarakan orang lain dapat menghilangkan pahala puasa. Namun, perbuatan semacam itu tidak menyebabkan orang tersebut harus mengganti puasanya, karena tidak ada dalil yang mewajibkan untuk itu. Artinya puasa orang yng ghibah tidak menjadi pembatal puasanya.

Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Jika kalian sedang berpuasa, jangan berkata kotor dan berteriak keras. Jika ada yang mencaci atau mengajak bertengkar, katakanlah, ‘aku sedang berpuasa.’Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih hrum dari pada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika bertemu Tuhannya.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

3. Mengadu domba

Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan

perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa

Adu domba atau namimah adalah sebuah perbuatan yang sangat tercela karena tujuan daripada adu domba itu ialah menyebarluaskan berita atau hal-hal yang tidak benar (fitnah) agar antar individu atau masyarakat muslim tidak saling menyukai satu sama lain dan akhirnya terjadi pertikaian dan peperangan.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q. S. Al-Hujurat : 6).

4. Sumpah palsu

Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan

puasa yang ditolak Allah

Kerasnya pengharaman sumpah palsu untuk merampas hak seorang muslim meskipun sepele sedang ia mengetahui. Di antara bukti yang menunjukkan hal itu adalah disetarakannya dosa itu dengan syirik kepada Allah. Sumpah palsu dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam dosa yang dapat menggugurkan puasa.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih,” (Ali Imran: 77).

5. Melihat dengan syahwat

https://fachriaja.com/puasa-tapi-tidak-berpahala/

5 hal pembatal puasa

Yang perlu diingat, salah satu pembatal puasa adalah berjima’ (persetubuhan) di siang Ramadhan dengan sengaja dan sadar, baik sampai keluar mani atau tidak. Dengan kata lain, terjadinya hubungan hingga bertemunya dua alat kelamin atau masuknya penis ke vagina.

Maka, siapa yang melakukan hal di atas saat ia berpuasa, batalah puasanya dan ia wajib membayar kafarah, baik keluar mani atau tidak. Pembatal lainnya yang masih berhubungan dengan syahwat adalah sengaja dan sadar mengeluarkan mani dengan sebab bercumbu, berpelukan, melihat gambar, menonton film porno, atau beronani (lihat Al-Mulakhosh al-Fiqhi: I/382).

Jika seseorang menumpahkan maninya dengan sengaja dan sadar bahwa dirinya sedang berpuasa, maka menurut jumhur ulama, puasanya batal dan ia wajib meng-qadha.Sengaja mengeluarkan mani dalam kondisi sadar dengan sebab-sebab pilihanya di atas adalah bagian dari syahwat. Maka, perbuatan itu harus ditinggalkan saat seseorang berpuasa.

Baca Juga: Karena Perbuatan Ini Membuat Anda Puasa Tapi Tidak Berpahala

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Apa 5 Hal Yang Merusak Pahala Puasa Bulan Ramadhan ?, dimana Semua itu tidak hanya dilakukan di bulan puasa, tapi juga dibulan lainnya. Jadi, sebisa mungkin hindari perkara penghapus pahala diatas. Agar mendapatkan hikmah puasa sehingga banyak pahalanya. Dan perlu diingat bahwa puasa yang manfaatnya banyak itu tidak hanya menahan hawa nafsu. Puasa yang ditolak allah jangan Anda lakukan akibat hal-hal diatas. Maka Anda akan mendapatkan lapar dan haus saja. . Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya.

 

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *