10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

By | November 26, 2019
5
(1)

Fachri Aja, 5 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir | Apakah Anda tahu tentang hal yang menjadi hambatan pengembangan karir Anda?, Jika Anda belum tahu beruntung sekali Anda bisa menyimak artikel ini. Karena pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang hambatan pengembangan karir . Tahukah Anda juga ada faktor penghambat kesempatan kerja karena berasal dari media sosial Anda. Maka dari itu, yuk mari kita simak bersama beberapa penjelasan mengenai apa saja hambatan pengembangan karir secara jelas dan lengkap dibawah ini.

Permasalahan Pada Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Di era milenial seperti sekarang, media sosial adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, khususnya masyarakat modern. Media sosial berperan penting karena berkaitan dengan banyak hal, termasuk pekerjaan. Maraknya media sosial membuat para pelamar kerja biasanya diminta untuk mencantumkan nama akun media sosial pribadinya di CV.

Hal tersebut dilakukan agar perusahaan dapat menggali informasi pelamar dengan lebih dalam melalui unggahan-unggahan yang dibagikan di media sosialnya. Aktif di media sosial dapat memberikan dampak positif, namun, jika penggunaannya tidak tepat, bisa juga memberikan dampak negatif.

Bahkan, dalam dunia kerja, media sosial bisa menjadi salah satu faktor yang menghambat karier Anda! Nah, kira-kira hal-hal seperti apa ya yang sebaiknya Anda hindari dalam menggunakan media sosial? Dikutip dari beberapa sumber, yuk simak penjelasannnya berikut ini!

1. Individu tersebut menggunakan tata bahasa yang kurang baik

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Media sosial adalah sebuah media yang bersifat bebas dan santai, namun Anda juga perlu memperhatikan tata bahasa yang Anda gunakan. Jika Anda suka mengunggah konten dengan menggunakan tata bahasa yang kurang baik seperti kata-kata kasar atau tidak sopan di media sosial.

Maka dari itu disarankan Anda berhenti dan mengganti status Anda dengan kata-kata yang lebih baik. Sebuah survey menunjukan bahwa sekitar 66% perusahaan menggunakan penilaian tersebut pada karyawan dan calon karyawannya. Jadi, berhati-hatilah saat membuat status di media sosial.

2. Permasalahan yang sering di media sosial individual karena suka berkomentar secara frontal

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Begitu banyaknya isu-isu yang beredar di media sosial memang terkadang membuat setiap orang melihatnya menjadi gerah dan gatal untuk ikut berkomentar, terlebih jika menyangkut suatu bidang yang disukai. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak terlalu frontal dalam berkomentar di media sosial.

Komentar-komentar yang pedas, terlebih yang menyinggung SARA, dapat memberikan pengaruh buruk untuk perkembangan karier Anda. Maka dari itu, Anda tidak perlu mengomentari segala sesuatu secara berlebihan dan bijaklah menggunakan media sosial.

3. Suka bergosip di media sosial agar proses pengembangan karir tidak terhambat

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Jika Anda adalah seorang yang suka bergosip, sebaiknya hindari untuk melakukan hal tersebut di ruang terbuka seperti di media sosial. Bergosip di media sosial dapat menyinggung beberapa pihak tertentu dan rentan menimbulkan kesalahpahaman.

Selain itu, hal tersebut juga dapat membuat perusahaan ragu untuk menerima Anda sebagai karyawannya. Bisa jadi suatu saat nanti, Anda akan menjadikan rekan kerja atau sebuah masalah di dalam perusahaan sebagai bahan gosip baru Anda di media sosial.

4. Sering individual membocorkan rahasia perusahaan

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Terkadang seorang pegawai secara tidak sadar telah melakukan kecerobohan dengan membocorkan rahasia perusahaan kepada publik melalui media sosial. Rahasia perusahaan bisa bermacam-macam, seperti strategi pemasaran, rencana bisnis, formula rahasia atau masalah internal lainnya yang seharusnya hanya boleh diketahui oleh sesama pegawai dalam perusahaan tersebut.

Baik disengaja maupun tidak, membocorkan rahasia perusahaan dapat membuat Anda dipecat atau bahkan dituntut secara hukum. Maka dari itu, berhati-hatilah saat memposting sesuatu di media sosial. Pastikan hal yang Anda bagikan memang layak dikonsumsi publik dan bukanlah suatu rahasia yang harus dijaga.

Simak Juga: 5 Contoh Kata Kata Untuk CV Yang Meyakinkan HRD

5. Mengeluh kebijakan yang dibuat perusahaan

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Beberapa kebijakan perusahaan kadang memang agak sulit diterima begitu saja. Untuk perusahaan yang belum begitu stabil, kadang beberapa kebijakan selalu terkesan berubah-ubah. Mungkin

perusahaan sedang mencari sistem dan kebijakan yang tepat untuk dilakukan.Namun jangan sekalipun Anda mengeluhkan tentang hal tersebut di media sosial.

Banyak karyawan yang terlalu berlebihan dalam mengeluhkan peraturan dan kebijakan perusahaan tempat mereka bekerja sampai menggunakan bahasa yang kasar. Kebiasaan tersebut bukanlah hal yang baik untuk dilakukan karena dapat berakibat buruk pada karir Anda.

6. Menjelek-jelekan atasan

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Faktor penghambat karir berikutnya di media sosial ialah membicarakan hal negatif mengenai atasan Anda. Tidak hanya perusahaan tempat bekerja, tetapi juga menjelek-jelekan atasan di media sosial juga dapat berakibat buruk pada karir Anda.

Baik yang sedang dijalani atau karier Anda selanjutnya. Jika Anda merupakan seorang karyawan, maka Anda bisa menerima pemecatan secara mendadak. Kemudian, ketika Anda mencari pekerjaan lain, riwayat tentang perilaku tidak terpuji Anda di perusahaan sebelumnya juga dapat menjadi penghambat perusahaan lain untuk merekrut Anda.

7. Update status yang bersifat negatif

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Seperti yang Anda ketahui bersama, saat ini segala macam hal dapat dengan mudah diakses melalui media sosial. Untuk itu, sebisa mungkin hindarilah untuk mengunggah hal-hal negatif di media sosial Anda, seperti hoax, SARA, alkohol atau obat-obatan terlarang.

Hal-hal tersebut sangat memperlihatkan ketidakdewasaan seseorang dan juga dapat memberi penilaian yang buruk kepada Anda. Apapun pekerjaan Anda saat ini, menunjukan sikap positif adalah hal yang penting untuk dilakukan termasuk di dalam media sosial.

Media sosial memang dapat menjadi sarana penghubung dengan orang-orang yang Anda kenal, baik yang dekat maupun jauh sekalipun. Namun, karena bersifat terbuka untuk publik, maka Anda harus pintar dalam memilah unggahan di media sosial. Jangan sampai unggahan Anda menimbulkan kontroversi hingga berdampak buruk dan menjadi penghambat dalam karier Anda.

8. Pamer tawaran kerja baru

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Mendapat tawaran pekerjaan baru yang lebih dari pekerjaan saat ini?. Tentunya Anda akan merasa senang. Hal ini wajar-wajar saja terjadi, namun jangan sampai kesenangan tersebut dilontarkan dalam media sosial. Jadilah pribadi yang lebih dewasa.

Jika Anda mengunggah postingan-postingan mengenai tawaran pekerjaan baru di sosial media, bisa saja membuat Anda kehilangan tawaran pekerjaan tersebut karena perusahaan menganggap Anda kurang pantas mendapatkan pekerjaan tersebut. Yang harus Anda selalu ingat adalah pihak HRD perusahaan tentu akan mencari informasi mengenai pegawai dan calon pegawainya.

9. Posting minuman beralkohol

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Menjalani pekerjaan yang mewajibkan Anda menjaga citra seperti dosen, guru, pejabat, dan lainnya tentu harus menghindari postingan semacam ini. Dengan memposting foto yang memperlihatkan minuman beralkohol akan sangat memperlihatkan ketidakdewasaan seseorang.

Mungkin saja jika hal itu terjadi bisa membuat Anda kehilangan tawaran pekerjaan tersebut karena perusahaan menganggap Anda tidak cocok mendapatkan pekerjaan karena perilaku Anda tersebut. Bahkan, hal ini juga bisa menimbulkan berbagai tanggapan miring mengenai Anda dari orang-orang lain di sekitar. Perlu diingat adalah pihak HRD perusahaan pasti akan mencari informasi mengenai karyawan dan calon karawannya.

10. Terlalu aktif

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir

Ini bukan masalah apa saja yang Anda tulis atau unggah di media sosial, melainkan seberapa sering Anda melakukannya. Jika Anda terlihat sangat aktif di media sosial tanpa batasan waktu, perusahaan akan curiga Anda sudah kecanduan media sosial dan akan terus bermain media sosial di waktu kerja.

Bahkan jika Anda sudah bekerja, perusahaan terganggu dengan perilaku Anda di media sosial yang terlalu aktif. Lain halnya jika Anda melamar pekerjaan untuk mengelola akun media sosial sebuah perusahaan. Hanya perlu dipastikan, aktifnya Anda di media sosial banyak bermanfaat bagi pembacanya.

Baca Juga: 5 Tips Motivasi Agar Anda Jangan Menyerah Mencari Kerja

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang 10 Hal di Media Sosial Menjadi Hambatan Pengembangan Karir, dimana Anda telah mengetahui hambatan pengembangan karir dalam perspektif individu di media sosial. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel CV  berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *