Puasa Membentuk Manusia Taqwa Dalam Pembentukan Insan Berkarakter

By | Mei 19, 2019

Fachri Aja, Puasa Membentuk Manusia Taqwa Dalam Pembentukan Insan Berkarakter | Tanpa basa-basi lagi, panduan kali ini seputar puasa membentuk manusia taqwa. Dalam artikel yang kami bagikan pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan beberapa poin tentang hakekat puasa membentuk manusia taqwa. Tiada terasa pada bulan ini kita memasuki bulan besar bagi umat Islam, yaitu bulan yang penuh rahmat dan maghfirah dari Allah SWT. Oleh karena itu, Anda bisa memulai membaca artikel mengenai puasa membentuk manusia taqwa secara lengkap dibawah ini.

Pentingnya Puasa Membentuk Manusia Taqwa dan Pembentukan Berkepribadian Yang Berkarakter

Puasa Membentuk Manusia Taqwa

Puasa Membentuk Manusia Taqwa

Ibadah puasa adalah menjadikan orang bertaqwa dan keharusan bagi tiap umat Islam di bulan suci ramadhan. Hal ini telah diterangkan dalam surat Al-Baqoroh 183-186. dan tentunya Anda telah tidak asing lagi dengan ayat tersebut di atas. Dalam ayat 183 diceritakan maksud diwajibkan puasa yakni taqwa. perhatikan ayat berikut :

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [٢:١٨٣
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Albaqoroh 183)

Ada dua kata kunci yang penting dalam ayat tersebut, ialah kewajiban Puasa dan Taqwa. Keduanya memiliki kekerabatan yang betul-betul penting bagi manusia. Puasa menjadi salah satu sarana yang dapat menjadikan seseorang lebih bertakwa.

Dari sini bisa diambil bahwa taqwa memiliki posisi yang benar-benar penting yang sepatutnya dimiliki oleh setiap umat Islam untuk bisa berhasil mengerjakan tugas sebagai hamba dan sebagai khlaifah di bumi.
Kata Taqwa berasal dari akar kata waqa yang bermakna takut.

Ibadah puasa membentuk pribadi yang bertakwa

Tapi takut disini tidak timbul karena sesuatu yang menyeramkan tetapi takut dalam arti ketakutan dari ketidak stabilan untuk menghindari sendiri dari sebuah kehidupan dalam konteks sosial. Pribadi yang bertakwa yang dengan demikian yakni sarana untuk menjaga dan mempertahankan diri sendiri.

Jadi, bahwa taqwa menunjukkan sebuah kepribadian dalam pembentukan karakter yang benar-benar utuh dan integral setelah melakukan amalan-amalan yang direkomendasikan Allah diserap masuk ke dalam diri manusia. Dalam hal ini taqwa lebih pada tataran empiris dari sekadar teoritis.

Artinya, sebuah tindakan itu bernilai taqwa apabila mempunyai skor dan makna dalam kontek sosial. sebab itu mengevaluasi ketaqwaan yang dimiliki seseorang bukan dievaluasi oleh dirinya sendiri, melainkan yang mengukur yakni orang lain.

Pengaturan manusia akan dorongan emosional dan pembatasan hawa nafsu. Ketaqwaan dalam hal ini akan menjadi energi pengarah manusia pada tingkah laku yang baik dan terpuji serta kan menjadi penangkal tingkah laku buruk. untuk itu manusia dituntut untuk dapat membendung hawa nafsu.

Menurut uraian di atas, nampak bahwa taqwa merupaka buah dari iman. Iman dan taqwa merupakan dwi tunggal satu kesatuan yang utuh. Taqwa ialah identitas tertinggi bagi seseorang. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( Qs. Al Hujurat :13)

Puasa dan Taqwa

Fungsi puasa dan makna taqwa. Jelas nampak bahwa puasa salah satu perisai penting dalam Islam yang amalan-amalanya banyak yang menuju taqwa. Amalan-amalan puasa, baik yang diwajibkan maupun amalan sunah yang direkomendasikan di dalam puasa betul-betul mencerminkan hal-hal yang bermakna taqwa.

Esensi puasa ialah untuk mengendalikan individu dan klasifikasi dari perilaku menyimpang, bagus penyimpangan dalam perilaku, pola pikrir, ucapn atau perbuatan. Penyimpangan ini diakibatkan dari sikap berlebihan terhadap diri sendiri dan benda yang berujung pada keserakahan.

Tidak hanya sebagai instruksi penguasaan, dalam puasa pembatasan diwujudkan dengan amalan-amalan yang bagus, Mulai dari ucapan, penglihatan, perasaan, pikiran, aktivitas dan sebagainya. Amalan-amalan hal yang demikian diatas mengajarkan metode mensikapi diri sendiri, mensikapi harta, mensikapi orang dan sebagainya dengan sikap benar.

Sikap-sikap tersebut banyak ditemui dalam amalan-amalan puasa. Dengan kata lain berpuasa manusia dipinta untuk meneladani sifat-sifat Allah. Dari apa yang sudah dipaparkan diatas bisa Anda ambil hikmah dan dalam ibadah ramadhan dengan berpuasa diharapkan agar jiwanya bersih dari penyakit.

Baca Juga: Makna Spiritual Ibadah Puasa Yang Jarang Diketahui

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Puasa Membentuk Manusia Taqwa Dalam Pembentukan Insan Berkarakter, dimana marilah kita jadikan bulan puasa, sebagai sarana untuk mengembleng diri. Guna mendekatkan diri kepada Allah. Membersihkan diri dari perilaku yang tidak baik dan mengisi dengan amal ibadah yang terpuji. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *