Karena Perbuatan Ini Membuat Anda Puasa Tapi Tidak Berpahala

By | Mei 22, 2019

Fachri Aja, Karena Perbuatan Ini Membuat Anda Puasa Tapi Tidak Berpahala | Tanpa basa-basi lagi, panduan kali ini seputar puasa tapi tidak berpahala. Dalam artikel yang kami bagikan pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan beberapa poin tentang hal hal puasa tapi tidak berpahala. Di bulan Ramadhan kita sebagai muslim pasti ingin mendapatkan pahala di bulan suci. Oleh karena itu, Anda bisa memulai membaca artikel mengenai puasa tapi tidak berpahala secara lengkap dibawah ini

Alasan Perbuatan Yang Membuat Anda Puasa Tapi Tidak Berpahala

Puasa Tapi Tidak Berpahala

Puasa Tapi Tidak Berpahala

“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan betapa banyak orang yang shalat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja.” (HR An- Nasai)

Dalil di atas seharusnya menjadi peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari di bulan Ramadhan. Agar kita tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tapi tidak mendapat pahala. Peringatan berikutnya adalah lafadz doa jibril yang mendoakan keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapati ampunan dari Allah SWT.

Diriwayatkan dalam hadits, “Dari Abu Hurairah : Rasullulah SAW naik mimbar lalu bersabda : “ amin, amin, amin.” Para sahabat bertanya “kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?“

Kemudian beliau bersabda “Baru saja Jibril berkata padaku. Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan. Maka kukatakan ‘amin’, kemudian Jibril berkata lagi, Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orangtuanya masih hidup.

Namun, tidak membuatnya masuk surga karena tidak berbakti kepada mereka berdua, maka aku berkata ‘amin’. Kemudian Jibril berkata lagi, Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu, maka kukatakan, ‘amin. “ (HR. Ibnu khuzaimah dishahihkan oleh Albani).

Perbuatan yang menghilangkan pahala puasa

Hadits tentang hal yang membatalkan pahala puasa dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta malah melakukan tindakan dusta, maka Allah tidaklah peduli pada makan dan minum yang ditinggalkan.” (HR. Bukhari)

Maksud hadits di atas adalah siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta, maka Allah tidak pedulikan makan dan minum yang ia tinggalkan, yaitu Allah tidak butuh pada puasa yang ia kerjakan.

Ibnu Batthol mengatakan, “Hadits di atas bukan berarti diperintahkan silakan makan dan minum. Namun hadits di atas adalah peringatan pada kata-kata dusta dan dari tindakan dusta.”Hadits di atas sebagai bentuk ancamam bahwa hal yang merusak pahala ketika seseorang tidak meninggalkan kata-kata dusta saat berpuasa. Ia disebut berpuasa namun tidak mendapatkan ganjaran.

Puasa bukan hanya menahan diri dari larangan yang sifatnya inderawi seperti makan, minum dan hubungan intim. Namun juga menahan diri dari larangan yang sifatnya maknawi seperti ghibah, namimah, dusta, kata-kata kotor, hingga akhlak yang tidak santun.

Puasa yang ditolak allah

Hakekat puasa yang sebenarnya adalah menjauhi segala sesuatu yang bisa merusak puasa dan hal hal yang dapat menghilangkan pahala, yaitu dengan menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam,

ليس الصيام من الأكل و الشرب إنما الصيام من اللغو و الرفث فإن سابك أحد أو جهل عليك فقل إني صائم إني صائم .

“Puasa bukanlah sekeadar meninggalkan makan dan minum saja, akan tetapi puasa (yang sebenarnya) adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak berguna dan perkataan jorok/keji, maka apabila ada yang mencacimu atau atau berbuat jahil kepadamu maka katakanlah:”Sesungguhnya aku sedang berpuasa, Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”(HR.Ibnu Khuzimah, al-Hakim dengan sanad shahih)

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah berkata di dalam kitab al-Waabilush Shayyib:”Orang yang berpuasa adalah orang yang menahan organ-organ tubuhnya dari perbuatan dosa, lidahnya dari berbohong,ucapan keji, dan palsu. perutnya dari makan dan minum dan kemaluannya dari perbuatan tidak senonoh.

Jika berbicara,dia tidak berbicara dengan pembicaraan yang dapat menodai puasanya. Jika berbuat,dia tidak berbuat sesuatu yang dapat merusak puasanya. Maka yang keluar dari lisannya hanyalah perkataan yang baik dan bermanfaat. Demikian pula amal perbuatannya.

Semua amal perbuatannya bagaikan bau harum minyak kasturi yang dihirup oleh setiap orang yang duduk bersamanya. Dengan demikian, orang yang berpuasa memberi manfaat kepada siapa pun yang bergaul dengannya. Karena itu dia kan bisa memberikan rasa aman di hati orang yang bergaul dengannya dari kebohongan, kejahatan, dan kezhaliman.

Inilah puasa yang disyari’atkan dalam Islam. Artinya, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum. Dari inilah puasa yang bisa membentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa yang menjadi tujuan disyari’atkannya puasa Ramadhan.

Baca Juga: Puasa Membentuk Manusia Taqwa Dalam Pembentukan Insan Berkarakter

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Karena Perbuatan Ini Membuat Anda Puasa Tapi Tidak Berpahala, Oleh karena itu, puasa berarti menahan diri dari dosa-dosa, bukan menahan perut dari makan dan minum saja. Sebagaimana makan dan minum yang memutuskan dan merusak puasa, demikian pula dosa-dosa dapat memutuskan pahala puasa dan merusak buahnya sehingga membuat dia seperti orang yang tidak berpuasa.. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *