Kiat Sukses Strategi Larry Page Sebagai Pendiri Google

By | April 5, 2019

Fachri Aja, Kiat Sukses Strategi Larry Page Sebagai Pendiri Google | Apakah Anda tahu tentang strategi Larry Page?, Jika Anda belum tahu beruntung sekali Anda bisa menyimak artikel ini. Karena pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang kepemimpinan strategi Larry Page. Pendiri Google adalah Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya merupakan mahasiswa Pascasarjana Doktoral (di luar negeri bergelar PhD) Stanford University di California, Amerika Serikat. Mulanya, dua orang sekawan ini punya mimpi besar di masa itu untuk menciptakan sebuah mesin pencari dan alat indeks bagi semua website yang tersedia di seluruh dunia. Jadi, mereka punya misi untuk Google yaitu mengumpulkan segala informasi yang ada di seluruh dunia dan mengusahakannya sehingga bisa diakses atau juga dimanfaatkan oleh semua orang di seluruh dunia pula. Ide tersebut memang terkesan gila di waktu itu tapi sekarang lihat bagaimana Google tak lagi asing bagi siapapun. Maka dari itu, yuk mari kita simak bersama beberapa penjelasan mengenai strategi Larry Page secara jelas dan lengkap dibawah ini.

Biografi Larry Page Singkat Sebagai Pendiri Google Yang Belum Diketahui

Strategi Larry Page

Strategi Larry Page

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, di era perkembangan teknologi ini orang-orang pasti pernah mendengar istilah Google. Google memang lebih dikenali sebagai mesin telusur, dimana orang-orang mencari informasi apapun dengan mengetikkan kata kunci. Namun, tahukah Anda ada banyak produk Google yang sebenarnya tak kalah canggih dan bermanfaat bagi hidup Anda?

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Wired.com, CEO Google, Larry Page, menyampaikan beberap kiat sukses Larry Page membangun perusahaannya dalam berbisnis. Berikut adalah beberapa nasihatnya yang sangat menarik.

1. Lakukan hal-hal yang “gila”

Strategi Larry Page

Strategi Larry Page Lakukan Hal Yang Gila

Banyak perusahaan besar menjadi lengah dan lupa berinovasi. Hal itu dihindari oleh Google dengan memupuk budaya inovasi di lingkungan perusahaannya. Setiap karyawan di perusahaan ini dituntut untuk “Think Big”, berpikir dan melakukan hal-hal yang tidak
biasa.

Sejak kecil, Larry bermimpi untuk menjadi seorang penemu. Dia tidak hanya ingin bisa menciptakan produk yang hebat, tetapi juga ingin mengubah dunia. Mimpi itu tetap hidup hingga kini dan dia wujudkan bersama Google. Bagi Larry, kepuasan adalah ketika dia dan timnya bisa mengembangkan inovasi 10 kali lipat dari yang telah mereka kembangkan sebelumnya.

Jadi, tak heran jika inovasi menjadi inti dari bisnis Google. Lihat saja Gmail, layanan email yang menawarkan kapasitas penyimpanan 100 kali lebih besar ketimbang kapasitas yang diberikan oleh layanan-layanan email lainnya. Google juga telah menciptakan layanan penerjemah berbagai bahasa serta melahirkan Google Maps dan Google Drive, layanan penyimpanan data berbasis teknologi cloud computing.

Selain itu, masih ada YouTube, Android, dan Chrome yang menarik dan telah digunakan banyak orang. Google bahkan dikabarkan membangun sebuah proyek dan lab khusus bernama Google X. Berbagai fasilitas dalam lab Google X dibuat untuk mendukung riset Google untuk menciptakan beragam teknologi masa depan, seperti mobil yang bisa berjalan sendiri dan kacamata berbasis teknologi Augmented Reality. Sebagai CEO, dia selalu mendorong timnya untuk berinovasi.

“Jika tidak melakukan hal-hal gila, kamu
melakukan hal-hal yang salah,” Larry Page.

2. Inovasi harus diikuti dengan komersialisasi

Strategi Larry Page

Strategi Larry Page Inovasi harus diikuti dengan komersialisasi

Inovasi yang sukses harus diikuti dengan komersialisasi. Page mencontohkan Xerox PARC, salah satu anak perusahaan Xerox Corp, yang didirikan pada tahun 1970. Xerox PARC terkenal dengan berbagai inovasinya di bidang teknologi dan hardware. Beberapa inovasinya memegang peranan penting dalam dunia komputasi modern, di antaranya, ethernet, graphical user interface (GUI), dan teknologi laser printing.

Namun, mereka tidak fokus pada komersialisasi (Larry Page).

Hal itulah yang membuat Xerox PARC gagal. Larry memberikan contoh lain, yakni Tesla. Tesla adalah salah satu perusahaan yang dia kagumi, yang mengembangkan mobil inovatif. Namun, perusahaan yang didirikan oleh Nikola Tesla itu menghabiskan 99 persen tenaganya untuk mengembangkan produknya agar disukai banyak orang.

Hal itulah yang menyebabkan Tesla akhirnya jatuh. Xerox PARC dan Tesla gagal karena hanya fokus pada inovasi. Setiap perusahaan
membutuhkan dua hal untuk sukses, yakni inovasi dan komersialisasi.

3. Jangan fokus pada persaingan

Strategi Larry Page

Strategi Larry Page Jangan fokus pada persaingan

Google berbeda dari perusahaan  teknologi lainnya. Google fokus pada pengembangan produk-produk dan layanannya, bukan fokus pada kompetisi. “Apa yang menarik dari bekerja jika hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengalahkan perusahaan lain yang melakukan hal yang sama dengan kita?. Itulah yang membuat banyak perusahaan jatuh secara perlahan.

Mereka cenderung melakukan hal yang sama dengan yang pernah mereka lakukan dan membuat beberapa perubahan kecil,” kata Page.
Menurut Page, memang wajar jika banyak orang ingin mengerjakan hal-hal yang mereka yakin tidak akan gagal. Namun, untuk sukses, perusahaan teknologi perlu membuat suatu perubahan yang besar.

Ketika merilis Gmail, misalnya, Google masih menjadi sekadar perusahaan mesin pencari. Menciptakan layanan email berbasis web merupakan suatu lompatan besar bagi Google, apalagi Gmail berani menyediakan kapasitas penyimpanan email yang sangat besar jika dibandingkan penyedia layanan serupa pada saat itu.

Pada saat mengembangkan Gmail, sudah ada beberapa perusahaan lain yang memiliki mesin pencari. Gmail tidak akan ada jika Google hanya fokus untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan itu. Google memilih untuk fokus mengembangkan produkproduk dan layanannya.

Baca Juga: Sumber Dana Untuk Modal

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Kiat Sukses Strategi Larry Page Sebagai Pendiri Google, Nah, bagaimana nasehat bisnis dari para pakar bisnis diatas? Mantap dong ya. Dengan membaca artikel ini, Anda jadi bisa mengenal siapa pendiri Google dan bagaimana mereka mengembangkan Google hingga sesukses sekarang. Bacalah juga berbagai artikel menarik dari kami yang lainnya terkait pengembangan website dan bisnis di tengah pesatnya kemajuan teknologi kini.. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel bisnis berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: Fachri

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *