Sulitnya Mencari Pekerjaan ? Jauhi 5 Kesalahan Ini

By | September 8, 2020

Fachri Aja, Sulitnya Mencari Pekerjaan ? Jauhi 5 Kesalahan Ini | Artikel ini akan membahas sulitnya mencari pekerjaan dan susahnya cari kerja di negeri sendiri di tengah pandemi, serta cara mengatasi sulitnya mencari pekerjaan itu sendiri. Jadi, baca artikel ini sampai selesai tentang Sulitnya Mencari Pekerjaan ? Jauhi 5 Kesalahan Ini. Namun sebelum itu Anda juga bisa membaca artikel kami yang masih berkaitan dengan artikel ini tentang hal yang harus dilakukan saat interview.

Sulitnya Mencari Pekerjaan ? Bisa Jadi Ini 5 Penyebabnya

Sulitnya Mencari Pekerjaan  Jauhi 5 Kesalahan Ini

Sulitnya Mencari Pekerjaan Jauhi 5 Kesalahan Ini

Ketika Anda menyadari saat ini masih kurang memiliki kemampuan dan pengalaman. Ada beberapa hal lain yang bisa membuat seorang pencari kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Salah satunya yakni kebiasaan buruk yang selalu dilakukan oleh pencari kerja tersebut.

Selaku pihak HRD telah terima segala skill yang Anda miliki untuk bekerja di perusahaan. Kemudian pengalaman yang Anda miliki sudah cukup membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Akan tetapi, tiba-tiba Anda melakukan sesuatu yang membuat HRD marah dan kesal. Sehingga Anda gagal lolos untuk ke tahap berikutnya.

Nah, sayang sekali jika Anda gagal lolos ke tahap berikutnya karena kebiasaan buruk yang seharusnya tidak Anda lakukan. Apa saja sih kebiaasan buruk yang membuat Anda bisa jadi tidak lolos atau gagal bekerja di perusahaan keinginan Anda. Berikut ini diantaranya:

1. Memberi nama yang aneh untuk dokumen terlampir

HRD bisa sangat tidak peduli jika Anda memberi nama dokumen lamaran kerja aneh. Sebagai contoh ‘CV, ÇV_Sudah_Revisi, atau CV_Paling_Bener_2020,’CV_Terbaru_Fachri_Fajar_2020’.

Kebiasaan buruk calon karyawan ini jangan sampai Anda lakukan. Selain itu kebiasaan lainnya yakni tidak menuliskan kalimat pembuka pada badan email. Kalimat pembuka menunjukkan jika Anda menghargai HRD dan mempunyai motivasi tinggi untuk bekerja.

2. Posisi kerja dan job-desc

Hal berikutnya yang tidak layak yakni tidak membaca iklan lowongan kerja dengan benar. Bahkan kandidat juga tidak melakukan riset. Mulai dari mengenai lamaran posisi kerja, maupun tentang perusahaan. Sehingga hal tersebut membuat calon karyawan tidak mengerti sama sekali tentang job-desc dan posisi kerja. Calon karyawan pun tidak mencari tahu mengetahui budaya dan suasana kerja perusaahaan yang nantinya dirinya ingin bekerja.

Tentu saja jika calon karyawan tersebut tidak mengetahui informasi tentang posisi kerja. Maka secara tidak langsung HRD akan memberikan penilaian negatif pada Anda. Baik mulai dari melakukan screening CV, maupun pada saat wawancara kerja.

3. Minta fasilitas dan gaji tinggi

Calon karyawan sah-sah saja jika melakukan negoisasi gaji. Akan tetapi HRD akan murka jika kandidat belum apa-apa sudah meminta gaji yang terlalu tinggi tanpa melihat kondisi perusahaan. Palagi jika calon karyawan menginginkan fasilitas yang tidak wajar.

Maka dari itu, sebelum negoisasi gaji dalam jumlah tertentu, ada baiknya jika Anda sebagai calon karyawan melakukan riset terlebih dahulu. Dengan begitu kandidat mengetahui seberapa besar gaji pasaran dari posisi yang Anda inginkan. Selain itu, riset juga perlu untuk mengetahui seberapa besar skala perusahaan. Sehingga kandidat bisa melakukan penyesuaian.

4. Tidak memberi kabar

Kebiasaan buruk berikutnya ini, calon karyawan juga masih kerap kali tidak memberikan kabar setelah dihubungi oleh pihak HRD. Alasan HRD menghubungi calon karyawan pun juga beragam. Salah satunya yakni memberikan jadwal wawancara kerja, meminta untuk mengirimkan dokumen tambahan, atau meminta untuk keprluan lainnya.

Sehingga apabila Anda selaku calon karyawan saat HRD menghubungi Anda perihal tertentu tetapi belum bisa memberikan keputusan pada saat itu. Cobalah untuk meghubungi HRD kembali. Ada baiknya juga Anda memberikan kabar secepatnya. Bisa dari telpon maupun email. Hal ini menunjukkan Anda menghargai HRD dan mempunyai keinginan kuat untuk bekerja.

5. Punya image buruk di sosial media

Tanpa Anda sadari, jika medsos merupakan sesuatu yang menjadi pertimbangan seorang HRD dalam menerima kandidat. Nah, jika Anda yang aktif bermain media sosial maka harus berhati-hati. Suka mengeluh, menyebar gosip, galau, baper, mencaci maki, menghujat dan update status negatif lainnya merupakan konten yang sebaiknya tidak Anda lakukan di media sosial.

HRD bisa saja diam-diam stalking akun media sosial Anda. Di zaman sekarang, mengenal seseorang juga bisa dengan menganalisa akun media sosialnya. Banyak kok yang memilih opsi ini sebagai pertimbangan menerima kandidat dalam dunia karir.

Baca Juga: Jangan Lakukan Ini Saat Wawancara

Penutup

Nah, jika Anda seorang kandidat karyawan yang saat ini merasa sulitnya mencari pekerjaan. Maka cobalah untuk menghindari beberapa kebiasaan buruk diatas. Sehingga kesempatan untuk bekerja tetap terbuka lebar.

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *