Hikmah dan Syarat Sah Ketentuan Puasa Ramadhan

By | Mei 11, 2019

Fachri Aja, Hikmah dan Syarat Sah Ketentuan Puasa Ramadhan | Pada Artikel yang Anda baca kali ini dengan judul syarat sah ketentuan puasa ramadhan, kami telah mempersiapkan artikel tentang pengertian syarat sah ketentuan puasa ramadhan dengan baik untuk Anda baca dan ambil informasi didalamnya. Di bulan ramadhan yang penuh dengan keistimewaan. Umat islam diseluruh dunia melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Mudah-mudahan isi postingan syarat sah ketentuan puasa ramadhan yang kami tulis ini dapat Anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Pengertian dan Syarat Sah Ketentuan Puasa Ramadhan Yang Harus Anda Ketahui

Hikmah dan Syarat Sah Ketentuan Puasa Ramadhan

Pengertian Puasa

Pengertian puasa itu sendiri dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah “shaum”. Kata shaum dalam bahasa arab artinya membendung diri dari hal-hal yang membatalkannya termasuk makan, minum, berbincang-bincang, berjalan, dan menikah.

Adapun secara istilah kata shaum berati membendung diri dari segala hal-hal yang membatalkannya dan dijalankan dengan syariat atau ketentuan yang berlaku secara khusus baik puasa ramadhan ataupun puasa sunnah. Apabila Anda sebagai seorang Muslim dan Muslimah untuk mengetahui terlebih dulu tentang Puasa Ramadhan.

Secara lebih rinci tentang pengertian syarat sah puasa ialah Membendung Diri (Berpuasa) dari Makan, Minum, Hawa Nafsu dan tidak melaksanakan segala hal yg membatalkan puasa. Terbitnya Fajar hingga terbenamnya Surya (Masuk Waktu Shalat Harus Maghrib).

Ibadah puasa atau shaum yakni ibadah yang cuma diperuntukkan dan dikenal oleh Allah SWT. Manfaat orang berpuasa mengajarkan kita untuk melatih kejujuran tanpa dikenal oleh orang lain atau menjauhkan dirinya dari riya. Karena ibadah puasa tak dikenal oleh orang lain dan tak terlihat seperti ibadah lain termasuk sholat sepatutnya atau sholat sunnah, beramal, membaca Alqur’an, dan lainnya.

Lalu untuk hukum mengerjakan puasa ramadhan ialah wajib bagi tiap-tiap muslim yang sudah termasuk kedalam prasyarat legal melaksanakan puasa ramadhan. Sebab puasa ramadhan ini telah termasuk kedalam kami sebutkan rukun Islam ke 4 dan sudah diperintahkan oleh Allah SWT untuk dikerjakan.

Firman Allah SWT perihal Instruksi Puasa Ramadhan sudah digambarkan didalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 183 yang berbunyi

                                                                                                          يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diharuskan atas kamu berpuasa sebagaimana diharuskan atas orang-orang sebelum kalian supaya kau bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Syarat wajib puasa

Hikmah dan Syarat Sah Ketentuan Puasa Ramadhan

Syarat wajib puasa

Oleh karena itu telah sangat jelas sekali bahwa puasa ramadhan itu sangat wajib dilakukan bagi tiap Muslim dan Muslimah sehingga akan menerima pahala dan keutamaan puasa ramadhan yang banyak. Bagi tiap-tiap Muslim yang tidak mengerjakannya, maka akan mendapatkan Dosa Besar bila seorang Muslim dengan sengaja meninggalkan puasa.

Tetapi jika seorang Muslim dan Muslimah yang berhalangan atau tak bisa melakukan Puasa Ramadhan karena Sakit, Datang Bulan dan Musafir karenanya diwajibkan untuk mengganti Puasa Ramadhan di Bulan Selanjutnya sebelum datang Puasa Ramadhan tahun depan.

Penjelasan tentang ketentuan puasa ramadhan yaitu syarat sah puasa yang memiliki maksud sebagai persyaratan yang harus terpenuhi disetiap Muslim dan Muslimah yang akan mengerjakan puasa di Bulan Ramadhan. Sehingga bila seseorang tak mempunyai salah satu dari Syarat Harus Puasa Ramadhan dibawah ini maka tak diharuskan untuk melaksanakan Puasa Ramadhan.

1. Islam

Puasa termasuk puasa ramadhon hanya resmi jikalau dilaksanakan oleh orang islam atau muslim. Adapun puasa orang non-muslim tak legal undang-undangnya. Seseorang yang kafir atau murtad (keluar agama islam) maka puasanya tidak resmi. Adapun puasa seorang mualaf atau orang yang masuk islam ialah resmi menurut undang-undang islam.

2. Baligh atau dewasa

Jika seorang Muslim yang Baligh (Cukup Usia) maka sudah diharuskan untuk Berpuasa, jikalau belum Dewasa (Cukup Umur) maka tidak diwajibkan untuk Berpuasa Ramadhan, hanya saja bagi mereka yang masih buah hati – anak (Belum Baligh) maka sudah diperbolehkan untuk berlatih berpuasa ramadhan sejak dini.

3. Berakal

Kalau ada seorang Muslim yang sudah Baligh (Cukup Umur) sedang melaksanakan Puasa Ramadhan, tetapi tidak mempunyai Nalar. Karena tiba – tiba dia pingsan atau tiba tiba Gila (Stres) dan meminum minumakn keras yang mengandung alkohol. Karenanya Puasa Ramadhannya batal dan orang tersebut sudah tak diwajibkan lagi melakukan puasa.

4. Suci dari haid dan nifas

Wanita yang sedang haid dan nifas kemudian dia berpuasa maka tak resmi puasanya. Aku ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi

Dari Mu’adzah ia berkata, “Kenapa bertanya terhadap Aisyah seraya berkata, ‘Karenanya gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tak mengqadha’ sholat?’ Aku Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Saya bukan Haruriyah, akan namun saya hanya bertanya.’

Berdasarkan menjawab, ‘Kami dulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ sholat. Dikerjakan hadits hal yang demikian karenanya wanita yang sedang haid atau nifas boleh meninggalkan puasa akan tapi ia sepatutnya untuk menggantinya atau mengqadhanya dilain hari kecuali bulan ramadhon.

5. Puasa di bulan ramadhan

Puasa ramadhan diwaktu yang sudah ditentukan untuk berpuasa ramadhan dan waktu puasa ramadhan itu hadir dan bisa dijalankan di Bulan Ramadhon dalam Kalender Hijriah. Sehingga jikalau dilakukan di Bulan – Bulan kecuali bulan ramdhan karenanya itu bukanlah Puasa Wajib Ramadhon.

Baca Juga: Hadits Tentang Puasa Ramadhan Beserta Artinya dan Keutamaannya

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Hikmah dan Syarat Sah Ketentuan Puasa Ramadhan, dimana semoga ulasan ilmu perihal Berpuasa di Bulan Ramadhan ini dapat berkhasiat dan berguna bagi setiap Muslim dan Muslimah yang ada di Indonesia karena puasa di Bulan ramadhan itu adalah wajib hukumnya. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *