Tidak Sengaja Batal Puasa Karena Tidak Tahu, Apa Hukumnya ?

By | Mei 31, 2019

Fachri Aja, Tidak Sengaja Batal Puasa Karena Tidak Tahu, Apa Hukumnya ? | Pada Artikel yang Anda baca kali ini dengan judul tidak sengaja batal puasa karena tidak tahu, kami telah mempersiapkan artikel tentang bolehkah?, tidak sengaja batal puasa karena tidak tahu dengan baik untuk Anda baca dan ambil informasi didalamnya. Berpuasa merupakan kegiatan di mana kita menahan nafsu-nafsu kita, mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Bahkan, mungkin ada dari kita yang belum bisa membedakan, antara hal yang membatalkan puasa dan hal yang dibolehkan saat berpuasa. Mudah-mudahan isi postingan tidak sengaja batal puasa karena tidak tahu yang kami tulis ini dapat Anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Hukum Batal Puasa Karena Tidak Tahu Seperti Muntah, Lupa Makan dan Minum, dan Keluar Air Mani

Tidak Sengaja Batal Puasa Karena Tidak Tahu, Apa Hukumnya

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa yaitu setiap masuknya benda ke dalam perut melalui organ tubuh (seperti mulut, hidung telinga dan kemaluan), maupun bersetubuh dengan istri di siang bulan Ramadhan dan mengeluarkan sperma, muntah dengan sengaja dapat membatalkan. Kesemuanya dilakukan secara sengaja dan tahu tentang hukumnya, maka batal puasanya [lihat: Syaikh Zainuddin Al-Malibari, Fath al-Muin 161].

Sementara jika dilakukan karena lupa atau tidak sengaja, maka sebagian penjelasannya sebagai berikut:

1. Muntah tidak sengaja saat puasa

Jika di siang hari sengaja untuk muntah, misalnya memasukkan jari ke tenggorokan kemudian muntah, maka puasanya batal. Jika tidak sengaja misalnya karena sakit, maka tidak batal. Seperti dalam hadits berikut:
مَنْ ذَرَعَهُ الْقَىْءُ وَهُوَ صَائِمٌ فَ لَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ اسْتَ قَاءَ عَمْدًا فَ لْيَ قْضِ رواه أبو
داود والتُمذى وابن ماجه والْاكم والبيهقى عن أبى هريرة

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa dikalahkan oleh muntah maka tidak ada qadha’ baginya. Barangsiapa muntah dengan sengaja, maka hendaknya ia meng-qadha’nya (HR Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Majah, Baihaqi dan al-Hakim dari Abu Hurairah)

2. Hukum lupa saat berpuasa

Makan dan minum dapat membatalkan puasa, kecuali dalam keadaan lupa, itupun jika yang dimakan dan diminum tidak banyak. Hukum makan karena lupa saat puasa sunnah atau di Bulan Ramadhan dalam hadits dijelaskan:
مَنْ نَسِىَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَ لْيُتِ ه م صَوْمَهُ فَإِهنََّا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ رواه أحْد
والبخارى ومسلم وابن ماجه عن أبى هريرة

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa lupa dalam keadaan berpuasa, lalu ia makan atau minum, maka sempurnakan puasanya. Sebab ia diberi makan atau minum oleh Allah l” (HR Ahmad, Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

3. Tidak sengaja keluar air mani saat puasa

Apakah ereksi membatalkan puasa?. Keluarnya sperma di siang hari selama puasa dapat membatalkan puasa?. jika dilakukan secara disengaja. Jika karena tertidur lalu bermimpi sampai keluar sperma, maka tidak batal. Sama dengan bersetubuh di malam hari namun mandinya baru dilakukan sesudah Subuh, tidak membatalkan puasa. Seperti penjelasan hadits berikut:
كَانَ رَسُولُ ا ه للَِّ صلى الله عليه وسلم يُصْبِحُ جُنُ بًا مِنْ جَِِاعٍ لاَ مِنْ حُلُمٍ ثُُه لاَ يُ فْطِرُ وَلاَ يَ قْضِى متفق
عليه

Aisyah dan Umi Salamah berkata: “Rasulullah SAW di saat subuh dalam keadaan junub setelah bersetubuh, bukan karena mimpi, beliau tidak membatalkan puasanya dan tidak meng-qadha’nya (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: 5+ Materi Amalan Menggapai Ampunan di Bulan Ramadhan

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Tidak Sengaja Batal Puasa Karena Tidak Tahu, Apa Hukumnya ?, dimana Itulah tadi pembahasan kita kali ini yang membahas tentang hal-hal yang membatalkan puasa. . Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *