Formula Marketing Copy yang Menarik

By | Juli 10, 2023

Fachri Aja, Formula Marketing Copy yang Menarik ? | Apakah Anda selama ini belum tahu formula marketing copy yang menarik ?, Jika Anda belum tahu beruntung sekali Anda bisa menyimak artikel ini. Karena pada artikel kali ini, Dengan mempelajari formula marketing copy yang menarik, Bagi Anda yang memiliki bisnis, penting untuk mengetahui contoh copywriting yang tepat untuk diterapkan.

Pasalnya, penggunaan copywriting yang sesuai dapat menarik minat beli pelanggan. Copywriting adalah teknik penulisan untuk tujuan pemasaran. Untuk lebih jelasnya kita akan ulas melalui artikel formula marketing copy yang menarik berikut!

Tujuan artikel ini:
1. Memahami dasar-dasar copywriting.
2. Memahami cara menerapkan metode Know-Feel-Tell dalam menulis copy.
3. Mencoba mempraktikkan menulis headline berdasarkan kelompok umur, gender, atau kelas ekonomi.
4. Mengetahui jenis emosi apa saja yang dapat dimasukkan dalam sebuah copywriting.
5. Mampu merevisi sebuah copywriting dengan rasionalisasi yang baik.

Formula Marketing Copywriting

Pelajari Technical Copywriting Lengkap Ini

Sebelumnya, kenalan dulu…
Pernah merasa gak saat scroll lowongan pekerjaan, skill copywriting sangat dibutuhkan. Sebetulnya apa sih copywriting itu? Apakah menulis dengan copy paste?. Apakah menulis sambil ngopi? Copy dalam copywriting sendiri berarti teks iklan.

Jadi, copywriting adalah seni/teknik menulis untuk membuat orang lain melakukan dan meyakini sesuatu yang kita inginkan. Copywriting sendiri terkoneksi dengan kebutuhan marketing dan penjualan.

 

“Copywriting itu seni dan strategi.”

Mengapa Perlu Copywriting?

Bayangin, deh. Saat kita pegang sebuah brand, tapi kita hanya membuat unggahan yang asal-asalan. Hanya posting produk dan harganya saja. Apa yang akan terjadi? Apakah brand kamu mendapatkan awareness dengan baik?. Boro-boro tertarik dengan brand kita. Biasanya konten yang udah dibuat capek-capek cuma dilewatin dan nggak dibaca. Sedih, ya. Nah, copywriting itu
memegang peranan penting seperti ini:

a. Produk kamu jadi problem solver bagi konsumen

Seperti tertulis dalam Melotti Media, copywriting dapat membantu konsumen menemukan produk yang selama ini mereka cari. Dari copy yang kamu buat, bisa mempertemukan konsumen dengan produk kamu, loh!

b. Membangun trust

Kerennya, dalam sepatah dua patah copy itu mengandung empati yang bisa memainkan sisi emosional manusia. Dengan copy yang baik, konsumen bisa lebih percaya dengan produk kamu.

c. Pastinya, meningkatkan konversi

Copywriting itu gak cuman meningkatkan konversi penjualan saja. Namun juga meningkatkan awareness, membuat brand menjadi lebih bernilai dan mudah diingat.

Perbedaan Copywriting dan Content Writing

Antara copywriting dengan content writing, masih suka kebalik-balik, belum? . Tidak serupa dan tidak sama, berikut perbedaannya:

Copywriting Content Writing
Formula AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) + Conviction 5W+1H
Tujuan Membangun belief dan/atau menyampaikan penawaran, serta
mendapatkan konversi.
Menyampaikan informasi, meningkatkan awareness, membuat pemb
betah.

*Catatan:
Dalam penerapannya, content writing dan copywriting dapat menjadi satu kesatuan konten yang tak terpisahkan. Misalnya saja dalam sponsored article dengan copywriting di dalamnya.

Modal Dasar dalam Copywriting

Apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk menulis copy yang cucok? Let’s go!

Empati Authority Riset Kemampuan Interpersonal Komunikasi
Empati adalah ikut
merasakan dan
memahami apa yang
orang lain rasakan meski
tidak mengalaminya.
Kira-kira, apa ya kesulitan
yang dialami konsumen?’
Apa hambatannya?’ ‘Apa
yang mereka perlukan?
Authority adalah
bagaimana kita bisa
dipercaya oleh target
audiens kita. Dengan
memiliki authority, copy
apa pun yang kita tulis
akan lebih berpengaruh
dan lebih mudah diterima
oleh target audiens.
Kalau nulis copy yang
produknya gak kamu
pahami sama sekali, riset
dapat membantu. Pelajari
product knowledge. Jika
perlu, pelajari copy yang
sudah dibuat kompetitor.
Banyak yang
beranggapan kalau skill
copywriting itu hanya di
balik layar saja. Padahal,
ide dan inspirasi itu bisa
datang dari mana saja.
Mendiskusikannya
dengan klien, konsumen,
dan tim bisa membuatmu
memiliki banyak
perspektif.
Ide memang banyak, tapi
gimana ya cara
menuangkannya ke dalam
kata-kata? Nah, di sinilah
skill komunikasi itu
penting. Kamu dapat
menggunakan bantuan
beberapa metode untuk
mengulik copy yang ingin
kamu buat.

Tak jarang dalam proses pembuatan copy, kita menemui kebuntuan atau writer’s block.
Nah, metode Know – Feel – Tell ini bisa kamu coba dalam membuat copy. Jadi, gak akan bingung mau mulai dari mana, deh.

  • The Knowing
    Mengetahui dengan baik tentang produk, konsumen, dan kompetitor beserta apa yang mereka tulis.
  • The Feeling
    Merasakan langsung produk yang akan dijual agar kita bisa meningkatkan empati dan membuat copy yang lebih bernyawa.
  • The Telling
    Mengajak target audiens berbekal perasaan dan pengalaman kamu agar komunikasi jadi tepat sasaran dan sampai ke hati. Dalam mengomunikasikan pesan ini, kamu bisa menggunakan beberapa formula, di antaranya adalah:

1. AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)

Formula AIDA adalah formula yang paling sering digunakan oleh para copywriter karena mampu menarik perhatian audiens dengan mudah sekaligus memberi informasi lengkap tentang produk yang akan kita jual.

  • Attention
    Yup, sebagai permulaan, kita harus ‘caper’ dulu, nih. Caper disini dalam arti positif, yah. Pada umumnya, kalimat yang ditulis belum menggambarkan keseluruhan informasi yang ingin disampaikan.
  • Interest
    Setelah mendapatkan attention atau perhatian (cie.J), langkah selanjutnya adalah mempertahankan audiens untuk tetap melihat atau membaca konten kamu.
  • Desire
    Nah, dari proses caper dan tertarik inilah, munculkan hasrat kepengen’ dari sisi konsumen
  • Action
    Sekarang, yakinkan. Yakinkan konsumen buat take action seperti yang kamu mau. Bisa ‘buy’, daftar’, ‘pay’, dan Iain-Iain. Buat seakan-akan pilihan konsumen itu sudah tepat dan nggak salah.

2. BAB (Before – After – Bridge)

Formula BAB ini digunakan untuk menciptakan skenario bahwa produk yang ditawarkan mampu membantu memudahkan permasalahan yang dihadapi oleh konsumen.

  • Before
    Tuliskan secara spesifik pain point yang dirasakan oleh konsumen.
  • After
    Tuliskan bagaimana kehidupan konsumen setelah menggunakan produk tersebut.
  • Bridge
    Berikan solusi untuk membantu konsumen dari before menuju after.

Bagaimana Membuat Copy yang Menarik dan Powerful ?

Untuk membuat copy yang mampu menggugah target audiens, penting sekali untuk memasukkan emosi ke dalam tulisan kita.

Berikut ini adalah beberapa emosi yang bisa kamu gunakan untuk membuat tulisanmu lebih powerful dan memikat.

Trust/Safety Competitiveness Curiosity Fear/Scarcity
Bisa disampaikan dengan data
agar audiens bisa lebih percaya.
Biasa dipakai produk kesehatan
atau berkaitan dengan
keindahan/kecantikan. Intinya
membuat orang menjadi merasa
dan terlihat lebih baik dari orang
lain.
Membuat orang penasaran dan
bertanya-tanya. Ampuh
digunakan di headline.
Bisa untuk membuat audiens
FOMO. Bisa sangat efektif.
Sayangnya, teknik ini sering
disisipi bualan.

*Note: Emosi bisa dipakai salah satu, bisa juga dipakai dalam satu rangkaian. Misal di awal pakai scarcity, lalu dilanjut oleh safety.

Kesimpulan

Belajar copywriting adalah proses yang selalu berkembang. Anda tak hanya harus bisa menulis, tapi juga mampu memahami target audiens dan mempelajari produk atau layanan yang perlu dipromosikan.

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *