5 Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Termudah

By | Agustus 28, 2020

Fachri Aja, 5 Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Termudah | Apabila Anda sedang mencari info dan referensi seputar cara mendapatkan pekerjaan di internet atau cari kerja online lewat hp, maka Anda sudah menemukan tulisan yang sangatlah tepat. Mengapa? Karena, dalam artikel ini akan dikupas tuntas cara mendapatkan pekerjaan di internet dari A sampai Z, jadi silahkan baca artikel ini sampai selesai.

Bagaimana Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Dengan Mudah ?

5 Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Termudah

5 Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Termudah

Sebelum Anda berada di tahap apa saja hal yang dilakukan saat interview. Maka Anda harus mempelajari bagaimana cara mencari informasi lowongan kerja melalui internet. Karena ini memang jaman internet. Teknologi yang satu ini memang telah banyak mengubah kebudayaan hidup manusia di planet bumi ini. Dan memang, internet memiliki segala yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang. Mulai dari soal informasi, ilmu pengetahuan, sampai setumpuk aneka hiburan. Segalanya bisa dikatakan dapat diperoleh melalui internet. Bahkan orang pun mulai mencari pacar atau jodoh lewat sarana internet.

Dunia karir dan pekerjaan pun tak luput dari sentuhan teknologi yang satu ini. Sebagai sebuah sumber informasi yang amat kaya. Internet juga memiliki dan memberikan informasi menyangkut dunia karir dan pekerjaan, khususnya mengenai lowongan kerja.

Kalau dulu orang harus mengeluarkan banyak waktu dan juga biaya untuk mendapatkan berita lowongan kerja di majalah atau di surat kabar. Maka sekarang orang tinggal duduk dan melihat ke layar komputer di hadapannya. Hanya dengan ‘klik’ saja, internet akan memberikan setumpuk informasi dan pemberitahuan tentang lowongan kerja apapun yang kita cari.

Jika kita ingin menggunakan internet sebagai panduan dalam mencari lowongan kerja sekaligus juga untuk mengirimkan lamaran kerja. Maka ada beberapa hal yang perlu dicermati. Karena sebagaimana hutan belantara yang amat luas, internet juga terkadang ‘menyesatkan’ bagi kita yang belum terlalu kenal dengan alurnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita cermati ketika akan mencari lowongan kerja dan mengirimkan surat lamaran kerja melalui internet.

1. Pahami dan cermati kredibilitas situs

Sebagaimana yang disinggung di atas, internet itu tak ubahnya seperti hutan belantara yang amat luas dengan sekian banyak pohon yang tumbuh di atasnya. Bayangkan saja, saat ini ada lebih dari satu setengah milyar website atau situs yang telah ‘nongkrong’ di internet. Dari sekian banyak website tersebut, cukup banyak di antaranya adalah website-website yang berkecimpung dalam dunia kerja (yang tentunya juga akan memuat berita dan iklan lowongan kerja).

Mengingat begitu banyaknya website (khususnya yang termasuk dalam website dunia kerja) di internet. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilihnya. Jangan sampai kita ‘terperosok’ seperti halnya tersesat dalam hutan karena kurang berhati-hati dalam menentukan arah. Sebelum menindaklanjuti sebuah berita atau pemberitahuan tentang suatu lowongan kerja. Perhatikan dan pelajari kredibilitas sekaligus profesionalitas website yang menawarkan lowongan itu.

Karena tidak jarang sebuah website sama sekali tidak memiliki kredibilitas dalam hal itu (dalam arti mereka memasang berita lowongan pekerjaan hanya untuk menarik pengunjung ke websitenya). Akibatnya, ketika kita tertarik lalu mengirimkan surat lamaran (plus segala berkasnya) ke website tersebut. Kita tidak memperoleh apa-apa selain hanya kerugian karena mengeluarkan biaya dan waktu dalam menunggu kabar dari lamaran tersebut.

Selain itu, website-website yang tidak bertanggung jawab semacam ini kadangkala hanya membutuhkan identitas kita untuk kemudian mereka gunakan untuk tujuan tertentu. Biasanya dijual kepada pihak perusahaan yang bergerak dalam bidang mail order. Karena perusahaan tersebut sangat membutuhkan daftar identitas orang-orang yang dapat mereka hubungi untuk menawarkan barang dagangannya.

Nah, apabila kita merasa bingung atau tak mampu untuk menentukan apakah suatu website memiliki kredibilitas ataukah tidak. Kita bisa mencoba menanyakan pada teman atau orang-orang lain yang pernah menggunakan jasa website itu. Kita akan lebih aman jika menggunakan suatu website yang telah direkomendasikan oleh teman atau orang lain yang bisa dipercaya.

2. Pelajari profil perusahaan penyedia lowongan

Perusahaan-perusahaan yang memberitahukan adanya lowongan kerja melalui internet biasanya juga memiliki halaman profil perusahaan di website-nya. Lebih khusus lagi kalau perusahaan itu juga menerima lamaran kerja melalui internet.

Nah, sebelum memutuskan untuk melamar ke perusahaan tersebut. Pelajari terlebih dulu perusahaan itu dengan cara membaca profil yang terdapat di halaman website-nya.

Lebih bagus lagi jika pihak perusahaan tersebut mencantumkan alamat e-mail yang memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para pengunjung website-nya tersebut. Dengan adanya hal itu, kita bisa melakukan interaksi dengan pihak perusahaan itu melalui e-mail.

Sehingga bisa terjalin suatu hubungan terlebih dulu sebelum kemudian kita melamar ke perusahaan itu. Ini akan memberikan keuntungan kepada kita, karena setidaknya kita telah memiliki suatu ‘hubungan’ dengan perusahaan itu sebelum memutuskan untuk melamar pekerjaan di sana. Pihak perusahaan pun tentunya akan lebih mengenal kita dari adanya interaksi melalui e-mail ini.

3. Hindari mengirimkan lamaran kerja yang sama

Seperti yang dikatakan di atas, internet itu memudahkan segalanya. Namun karena begitu mudahnya, seringkali kemudahan itu kemudian melenakan kita dan membuat kita menjadi malas. Contohnya adalah dalam hal pembuatan resume atau surat lamaran. Karena tinggal ‘copy-paste’, kita tidak lagi kreatif dan mau sedikit susah dalam membuat surat lamaran. Kemudian memilih untuk mengkopi surat lamaran yang telah atau pernah kita buat untuk melamar pada beberapa perusahaan melalui e-mail.

Sebaiknya, hindari hal seperti ini. Akan lebih baik jika kita menyesuaikan isi surat lamaran yang kita kirimkan dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan atau yang kita lamar. Tentu saja, bagusnya, surat lamaran untuk posisi manajer berbeda dengan surat lamaran untuk posisi supervisor. Selain itu, kadang-kadang suatu pemberitahuan lowongan kerja sebuah perusahaan termuat dalam beberapa website sekaligus dengan beragam posisi jabatan yang ditawarkan.

Sekarang bayangkan seumpama kita mengirimkan 3 surat lamaran yang isinya sama untuk 3 lowongan yang berbeda, namun ternyata 3 lowongan kerja itu milik satu perusahaan yang sama. Apa yang terjadi kemudian?. Ketika menerima e-mail lamaran kita dan mengetahui bahwa identitas pengirimnya sama, mereka pun akan langsung menyimpulkan kalau kita malas dan tidak kreatif.

Hal semacam itu bisa saja terjadi karena internet itu ‘dunia maya’. Sebuah perusahaan yang memiliki 10 lowongan kerja bisa saja memiliki 10 alamat e-mail yang berbeda yang iklannya dimuat dalam sepuluh website yang sama berbedanya, dan kita tidak pernah tahu. Karenanya, jika kita tidak mau kreatif dan sedikit berusaha, jangan heran kalau kemudian e-mail lamaran kerja kita ternyata ‘terjebak’ dalam kondisi semacam itu.

4. Jangan pernah malas mencari informasi

Berbeda dengan iklan atau pemberitahuan lowongan kerja melalui surat kabar yang seringkali menyebutkan nomor telepon dan orang yang mungkin bisa dihubungi, iklan atau pemberitahuan yang ada di dalam website internet seringkali lebih kabur dan tidak jelas. Di sinilah perlunya kita lebih keras berusaha dan tidak terlena dengan segala kemudahan yang diberikan oleh internet dengan segala fasilitasnya.

Jangan malas berusaha untuk mencari tahu dan mendapatkan informasi tentang orang yang mungkin dapat dihubungi di perusahaan yang kita lamar tersebut, sehingga kita bisa menghubungi orang itu untuk menanyakan surat lamaran yang kita kirimkan melalui e-mail.

Selain itu, karena pemberitahuan lowongan pekerjaan di internet seringkali tidak jelas kapan dipostinganya dan kapan batas waktunya. Kita juga butuh kejelasan tentang hal itu sehingga e-mail lamaran yang kita kirimkan benar-benar belum terlambat dari waktu yang ditetapkan. Di sinilah perlunya kita mengetahui siapa orang yang dapat dihubungi di perusahaan itu, untuk mendapatkan informasinya secara lebih lengkap dan mendalam.

5. Rajin-rajinlah mengecek E-mail

Salah satu keistimewaan internet yang paling menonjol adalah tingkat kecepatannya. Berbeda dengan surat lamaran yang dikirimkan melalui pos yang harus menunggu beberapa hari untuk sampai pada pihak perusahaan yang tuju, surat lamaan yang dikirim melalui e-mail hanya membutuhkan waktu yang amat singkat. Begitu pula dengan respon atau jawaban atau tanggapan yang mungkin akan diberikan oleh pihak perusahaan kepada orang yang melamarnya.

Bisa saja tanggapan mereka datang hanya berselang satu hari dari saat e-mail lamaran dikirimkan. Karenanya, ketika kita mengirimkan suatu lamaran pekerjaan melalui e-mail. Jangan malas untuk sering-sering mengecek e-mail kita.

Karena bisa saja perusahaan yang kita kirimi surat lamaran itu telah memberikan jawabannya. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan dan peluang yang bagus hanya karena kita terlambat dalam membaca dan merespon pesan tanggapan yang mereka kirim.

Baca Juga: 5 Strategi Mencari Pekerjaan Baru Di Masa Pandemi

Penutup

Jika Anda suka dengan artikel semacam Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Termudah atau cara mencari lowongan kerja di internet, silahkan kunjungi juga kategori CV, karena disana banyak artikel yang tentunya juga pasti menarik, membahas dunia karir, baik praktek maupun teori dan aspek lainnya. So jangan ketinggalan, boleh kok diitip dulu kategorinyanya.

Sepertinya muatan dari artikel ini sudah disampaikan semuanya, semoga tulisan tentang Cara Mendapatkan Pekerjaan Di Internet Termudah bisa bermanfaat dan dapat memberikan wawasan positif untuk Anda. Sekian, salam sukses dan sampai jumpa diartikel yang lainnya.

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *