Wajib Dimiliki Pentingnya Dana Darurat di Masa Krisis

By | Agustus 27, 2020

Fachri Aja, Wajib Dimiliki Pentingnya Dana Darurat di Masa Krisis | Artikel ini akan pentingnya dana darurat dan cara menyimpan dana darurat, serta fungsi dana darurat yang bisa langsung Anda praktekkan. Jadi, tanpa panjang lebar lagi mari kita simak artikel tentang pentingnya dana darurat di masa krisis ini.

Fungsi dan Pentingnya Dana Darurat di Masa Krisis

Wajib Dimiliki Pentingnya Dana Darurat di Masa Krisis

Wajib Dimiliki Pentingnya Dana Darurat di Masa Krisis

Seringkali dalam hidup terjadi suatu hal yang bersifat darurat yang membutuhkan dana dalam waktu segera. Contohnya adalah ketika saat masa krisis pastinya banyak dari Anda pasti ada yang terkena PHK. Sehingga harus mengambil dana guna membiayai hidup selama masih belum mendapatkan pekerjaan.

Itu contoh yang besar. Contoh kecilnya mungkin ketika anak Anda sakit dan harus dirawat di RS yang mungkin membutuhkan dana. Tetapi yang sering terjadi, banyak orang yang tidak memiliki dana tersebut. Ini karena setiap kali mereka mendapatkan income, mereka selalu menghabiskannya.

Itulah sebabnya, seseorang yang mengalami PHK umumnya mendapatkan apa yang namanya “Uang Pesangon”. Uang ini bisa membiayai hidupnya selama tidak bekerja. Namun demikian, besarnya pesangon tersebut seringkali tidak mencukupi bagi mereka yang telah mendapatkannya. Selain itu Anda juga bisa mencoba peluang usaha di pedesaan untuk mendapatkan uang darurat di masa krisis seperti saat ini.

Jadi, penting sekali memiliki persediaan dana dalam rekening Anda, yang bisa digunakan sebagai dana cadangan untuk membiayai hidup Anda apabila terjadi sesuatu. Karena itu, persediaan dana ini disebut Dana Darurat atau Cadangan.

Berapa besar dana cadangan yang dibutuhkan ?

Jumlah Dana Cadangan yang dibutuhkan sangat tergantung dari seberapa besar pengeluaran Anda setiap bulan, dan seberapa stabilnya penghasilan Anda. Sebagai contoh, bila Anda bekerja dan mendapatkan penghasilan berupa gaji sebesar Rp 2 juta/bulan, dan memiliki pengeluaran sebesar Rp 1,5 juta per bulan, maka Anda membutuhkan jumlah Dana Darurat sebesar 3 sampai 6 bulan pengeluaran Anda.

Ini berarti, Anda harus memiliki Dana Cadangan sebesar Rp 4,5 s/d 9 juta dalam rekening Anda sebagai persediaan apabila Anda harus mengalami kehilangan penghasilan. Tetapi, bila penghasilan yang Anda dapatkan tidak stabil, seperti komisi yang jumlahnya tidak tetap, maka jumlah Dana Cadangan yang saya sarankan adalah sebesar 12 bulan pengeluaran bulanan.

Ini berarti, bila pengeluaran Anda mencapai Rp 1,5 juta per bulan, maka Anda harus memiliki Dana Cadangan sebesar Rp 18 juta dalam rekening. Jadi intinya di sini, semakin besar risiko tidak berpenghasilan dalam pekerjaan Anda, semakin besar juga jumlah Dana Cadangan yang sebaiknya Anda miliki.

Dimana dana cadangan harus disimpan?

Pertanyaannya sekarang, dimana Anda harus menaruh Dana Cadangan Anda? Ada 2 kategori yang harus  Anda penuhi sebagai tempat menyimpan Dana Cadangan tersebut:

  1. Aman (Anda tidak akan kehilangan uangnya dan jumlahnya tidak berkurang)
  2. Likuid (Anda bisa mengambilnya kapanpun tanpa penalti).

Tentunya, deposito merupakan tempat yang aman bagi uang Anda, karena jumlah uang yang Anda masukkan tidak akan berkurang. Tetapi, deposito tidak likuid karena Anda tidak bisa mengambilnya kecuali bila sudah jatuh tempo. Bila belum jatuh tempo, maka Anda bisa mendapatkan penalti bila akan mengambil uang itu. Hanya ada 4 tempat yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan Dana Cadangan Anda:

  1. Lemari Anda
  2. Tabungan
  3. Giro
  4. Reksa Dana Pasar Uang

Namun demikian, bila jumlah Dana Cadangan Anda memang cukup besar, maka mungkin tidak apa-apa untuk memasukkannya sebagian ke dalam deposito, asalkan dengan masa jatuh tempo yang tidak terlalu lama, yaitu 1 atau 3 bulan.

Jangan memiliki dana cadangan terlalu banyak

Batasi jumlah Dana Cadangan Anda sampai sebesar 12 bulan pengeluaran bulanan Anda. Alasannya karena Dana Cadangan Anda akan berada dalam tempat yang bunganya kecil, atau  tidak menghasilkan bunga sama sekali. Sehingga, apabila Anda memiliki jumlah Dana Cadangan yang terlalu besar, maka ini berarti sebagian dari dana Anda tidak akan produktif.

Bila belum memiliki dana cadangan

Bila Anda pada saat ini belum memiliki Dana Cadangan, maka tak ada jalan lain bagi Anda kecuali dengan menabung. Anda bisa menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan Anda, yang bisa Anda lakukan setiap kali mendapatkan penghasilan.

Dengan menumpuk dana sedikit demi sedikit, maka pada akhirnya Anda akan memiliki jumlah Dana Cadangan yang Anda butuhkan. Jadi, Dana Cadangan itu mungkin tak akan langsung terkumpul, tetapi harus menunggu selama 3, 6 atau bahkan 12 bulan. Ini tentunya masih lebih baik daripada Anda tidak memiliki Dana Cadangan sama sekali.

Baca Juga: cara mendapatkan modal usaha

Penutup

Oke itu tadi pentingnya dana darurat di masa krisis. Anda juga bisa langsung mempraktekkan cara yang sudah kami bagikan diatas. Demikian, semoga artikel ini memberikan wawasan positif, semoga sukses dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

 

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *