Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

By | Agustus 28, 2019

Fachri Aja, Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen | Apakah Anda tahu tentang copywriting social media ?, Jika Anda belum tahu beruntung sekali Anda bisa menyimak artikel ini. Karena pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang copywriting social media yang menarik. Ketahui cara membuat pola copywriting untuk sosial media. Maka dari itu, yuk mari kita simak bersama beberapa penjelasan mengenai copywriting social media secara jelas dan lengkap dibawah ini.

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen Untuk Segera Beli

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

Dari sekian banyak penyebab masalah pebisnis salam melakukan promosi, ada satu yang mau kami bocorkan ke Anda. Jadi, salah satu penyebab yang bisa dibagikan dalam artikel ini adalah optimasi di Media Promosi.

Media promosi adalah media yang menghubungkan kita dengan target pasar. Contoh media promosi seperti Facebook, Instagram, Web, Media Cetak, dan sejenisnya. Media promosi itu memiliki promosi penting dalam strategi pemasaran sebuah bisnis. Karena salah medianya, maka fatal hasilnya.

Contohnya misal target pasar kita berkumpul di Instagram. Eh kita promosinya di LINE, ya tidak ketemu. Atau misal target pasar kita suka chatting lewat WA. Nah, kita ngotot promo lewat email, ya hasilnya kacau. Ngomong-ngomong soal media promosi, kami mempunyai tips singkat untuk Anda.

1. Jangan sampai salah pilih media promosi

Seperti yang barusan dijelaskan diatas. Media promosi itu menghubungkan Anda dengan target pasar. Kalau sampai medianya salah, ya kita gak ketemu dengan calon konsumen Anda. Cara mencari tahu media promosi yang pas dengan kita adalah dengan riset atau nyontek.

Riset maksudnya kumpulkan data beberapa media, lalu pakai yang kira-kira paling pas dengan kebutuhan bisnis Anda. Nyontek maksudnya lihat kompetitor Anda. Cek orang yang menjual produk serupa dengan Anda. Perhatikan media yang digunakannya. 2 cara ini akan membawa kita ke media promosi yang tepat.

2.  Kalau baru mulai bisnis, jangan langsung main bermacam-macam media

Gunakan hanya 1 atau 2 saja. Tekuni, sampai menghasilkan baru lompat ke media lainnya.  Kami sering mengamati pengusaha pemula pindah-pindah media di awal bisnis. Semua media dipakai, mulai dari sosmed, WA, BBM, Web, LINE, dan lain-lain. Padahal, fokus itu terbatas dan kalau pindah-pindah media, lama berhasilnya.

Baiknya, kuasai 1 atau 2 media terlebih dahulu. Lalu kalau sudah menghasilkan dan sudah ahli, maka bayar orang untuk mengurusi media lainnya, atau pelajari media lainnya. Begitu ya. Semoga tips barusan bermanfaat untuk Anda.

Lalu apa hubungannya media dengan copywriting?

Jadi, Kami ingin memberikan pemahaman ke Anda bahwa setiap media punya strategi copywriting yang berbeda-beda. Kita tidak bisa hantam rata 1 copywriting lalu di posting di semua media. Hasilnya pasti tidak maksimal.

Misalnya copywriting untuk di WA. Itu polanya berbeda dengan copywriting di Facebook. WA itu Social Messenger, sifatnya personal. Sedangkan Fb itu Social Media, untuk interaksi ke banyak orang. Nah, beruntungnya Anda membaca artikel ini ini, Kami akan jelaskan copywriting untuk masing-masing media. Disini akan jabarkan media promosi yang banyak orang pakai. Jika dikerucutkan, ada 4 media promosi yang akan Saya bahas.

1. Personal Message

Ini adalah media yang sifatnya menghubungkan kita secara personal ke target pasar. Biasanya media ini punya fitur pengiriman pesan masal. Contohnya WA, Telegram, Autoresponder Email, SMS Blast, LINE@. Jadi, kita bisa mengirim pesan yang sama ke banyak orang sekaligus.

2. Social Media

Dalam hal ini Saya ambil Facebook saja. Tahun 2018, pengguna Fb di Indonesia sudah mencapai lebih daripada 110 juta orang. Ini membuat Fb jadi pasar potensial untuk promosi.

3. Social Media Visual

Karena di media ini lebih mengutamakan unsur Visual. Kami menyebutnya dengan Visual Media, contohnya Instagram.

4. Fb Ads

Bedanya dengan Facebook biasa, media ini lebih terukur target pasarnya. Bagi yang sudah familiar dengan fb ads, pasti tahu bahwa kita bisa menargetkan target pasar dengan kriteria tertentu. Sengaja dibedakan dengan Facebook biasa, karena memang pola Copywritingnya berbeda.

Biasanya, Media yang satu ini digunakan untuk mengiklankan produk yang sudah dikenal oleh orang-orang atau untuk meningkatkan awareness. Kurang cocok dilakukan untuk edukasi

Nah, lalu bagaimana tips Copywriting di setiap media sosial ?

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

Ayo ambil catatan Anda, karena mulai dari sini ada banyak yang perlu di catat. Kami akan bagikan intisari hasil riset dari tim kami kepada Anda. Kita mulai ya. Pola dan Tips Copywriting untuk Personal Message

  • Headline
  • Pengantar
  • Detail Manfaat
  • Penawaran
  • Alasan
  • CTA
  • NB

Pola copywriitngnya dimulai dari Headline. Tujuannya agar orang mau buka pesannya. Setelah itu, masuk ke pengantar. Ya, jangan langsung jualan. Karena sifatnya pesan personal, kalau langsung jualan nanti pesannya gak dibaca sampai habis. Setelah pengantar, masuk ke detail manfaat. Ceritakan produk kita dibagian ini.

Setelah manfaat, baru masuk ke penawaran. Dibagian ini cantumkan harganya. Berikan penawaran yang sulit ditolak. Nah, sebelum meminta pembaca copywriting untuk melakukan sesuatu. Berikan dulu alasan kenapa calon konsumen harus merespon pesannya tanpa ditunda. Apakah karena ada batasannya atau karena apa?.

Terakhir, tutup pesan dengan CTA lalu NB. CTA itu untuk mengarahkan pembaca melakukan sesuatu. Sedangkan NB adalah penekanan. Beri penekanan kenapa penawaran Anda sayang jika dilewatkan.

Tips saat menulis copywriting di media sosial

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen

  1. Buatlah kalimat seakan-akan Anda sedang berbicara langsung dengan 1 orang. Gunakan kata Anda, Kamu, Mom, Bro, Sist, atau apapun yang sesuai dengan bisnis Anda.
  2. Berikan pengantar yang gak bosenin. Jika pengantarnya bosenin, maka pesan Anda tidak dibaca sampai selesai.
  3. Jangan sering-sering kirim pesan personal yang isinya jualan melulu. Beri waktu target pasar Anda bernafas, mereka bukan kantong uang, dan Anda bukan iklan berjalan.
  4. Perhatikan timing kirim pesan. Karena kirim pesan promosi gak boleh sering-sering, maka kirimlah disaat target pasar Anda tidak sibuk. Jangan kirim tengah malam, atau saat orang kerja. Tidak akan dibuka.
  5. Gunakan huruf kapital, simbol, dan tanda baca pada tempatnya. Jika tidak pada tempatnya, orang akan risih bacanya.
  6. Buat Copywriting sesuai kategori pasarnya. Cold, Warm, dan Hot pendekatannya berbeda.

Contoh copywriting iklan facebook

Di Facebook, polanya sangat berbeda dengan di media sebelumnya. Facebook adalah social media, tempatnya interaksi, bukan jualan. Karena itu, jika jualan terang-terangan di Facebook, maka jangan heran kalau like sedikit, komen gak ada, apalagi share.

Kecuali Anda orang yang followernya sudah puluhan ribu, mau jualan terang benderang juga gak papa. Tapi kalau followernya masih ratusan, maka gunakanlah strategi.

  1. Orang buka Facebook karena mencari hiburan, jadi kalau status Anda tidak menghibur dan isinya hanya jualan saja, maka Anda akan dilupakan.
  2. Tidak ada orang yang suka dijuali terang-terangan, jadi di Facebook, jangan promosi brutal. Gak akan dapat apa-apa.
  3. Isi mayoritas status Anda dengan status yang bermanfaat. Seperti aktivitas harian, cerita pribadi, tips, dan sejenisnya. Beritahu target pasar jika Anda adalah manusia, bukan iklan hidup.
  4. Jika ingin iklan, pakai tips dibawah ini

Contoh copywriting instagram

Seperti namanya visual, artinya fokus ke tampilan. Ya, berbeda dengan media lainnya, di Instagram Anda butuh gambar yang sangat mendukung Copywriting. tidak mungkin jualan di IG gambar produknya hitam gelap, kecuali Anda jualan kantong plastik. Berikut pola Copywriting di Instagram.

  • Visual
  • Benefit
  • CTA
  • Hashtag

Perilaku pengguna Instagram, itu berbeda dengan perilaku pengguna dimedia lainnya. Dimana mayoritas pengguana IG adalah orang yang lebih melek internet. Jadi, cara mereka berbelanja juga tidak bisa disamakan dengan media lainnya.

Umumnya perilaku belanja mereka spontan, dan tidak perlu diedukasi lama untuk membeli. Karena itu, polanya jadi seperti ini. Visual artinya gambar yang bagus. Jika Anda promosi di IG, maka gambar akan jadi pengganti headline. Orang stop ke akun Anda, karena gambarnya menarik. Karena itu, selalu maksimal saat memilih gambar.

Pilihlah gambar yang menggambarkan produk Anda dengan menarik. Pencahayaannya bagus, atau kalau perlu sewa profesional untuk mengambil gambar terbaik. Ya minimal gambarnya jangan blur. Setelah itu Benefit. Jabarkan produk Anda sejelas-jelasnya. Ya, wajib jelas. Gak perlu pakai pengantar macam-macam. Karena gambar sudah menjelaskan banyak hal.

Anda hanya perlu menambahkan penjelasan yang perlu diketahui calon pembeli Anda. Semakin jelas informasinya, semakin bagus. Jangan lupa cantumkan CTA Agar jelas kemana harus menghubungi jika ingin order. Terakhir, yang berbeda dengan media lainnya. Di IG ada hastag. Gunanya apa?

Hashtag adalah pintu masuk kedua untuk calon pembeli Anda. Hashtag yang tepat, akan membawa orang melihat produk Anda tanpa perlu jadi follower Anda. Jangan kunci akun IGnya, karena kalau dikunci, hashtagnya percuma.

Carilah hastag yang kira-kira dicari target pasar Anda. Karena ini bisa memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.

Contoh copywriting iklan Fb ads

Kalau berbicara Fb ads, ada banyak hal yang perlu dibahas. Karena optimasi Fb ads itu memang disiplin ilmu sendiri. Nah, jika Anda tidak familiar dengan Fb ads, maka silahkan lewatkan tips kali ini karena kami tidak akan menjelaskan dari awal.

Tapi jika Anda sudah menggunakan fb ads, maka kami share 1 teknik copywriting yang bisa Anda gunakan. Pada dasarnya fb ads dipakai untuk menampilkan iklan kita agar dilihat oleh target pasar yang memiliki kriteria tertentu.
Nah, yang penting untuk diotak atik saat iklan ada 3 hal.

  • Targeting nya
  • Stopping Poinnya
  • Copy ads-nya.

Salah satu yang menentukan iklan direspon atau tidak adalah yang membaca iklannya. Salah satu kesalahan fatal saat promosi adalah menawarkan sesuatu ke orang yang salah. Jika orangnya salah, sebagus apapun penawarannya, maka dilewatkan begitu saja. Setiap produk punya target pasar yang spesifik

Kedua, stopping poinnya. Facebook akan menaruh iklan Anda di timeline target pasar yang Anda bidik. Masalahnya, timeline mereka isinya tidak hanya iklan saja. Target pasar Anda punya teman, ikut berbagai macam grup, dan follow banyak fan page. Dengan tantangan seperti ini, lantas apakah yang membuat orang mau berhenti dan baca iklan kita?. Itulah stopping point.

Dalam iklan kita, harus ada unsur yang membuat mereka stop dan mau klik iklannya. Anda bisa menggunakan headline, gambar, atau video untuk hal ini.

Ketiga adalah copy atau isi iklannya. Tips dari kami untuk media ini adalah, buatlah iklan yang tidak menyita waktu calon konsumen. Ya, iklan Anda harus sesingkat mungkin, dan semenarik mungkin.

Baca Juga: 3 Strategi Konten dan Copywriting Para Mastah di Indonesia

Penutup

Sekian yang dapat Fachri Aja bagikan, tentang Rumus Copywriting Social Media Yang Menarik Konsumen, dimana Anda telah mengetahui rumus contoh teks copywriting yang telah kami sajikan. Terima kasih telah mengunjungi fachriaja.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel bisnis berikutnya.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Author: fachriaja

Fachri begitulah sapaan akrab cowok berkacamata yang lahir di Kota Surabaya dengan memiliki nama lengkap Fachri Fajar Rahadiyathama. Terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Ibu Ifa dan Ayah Heri pada 22 Maret 1993. Kuliah di Universitas Airlangga dengan jurusan Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *